My Blog

Kamis, 17 Maret 2011

Ketika tubuh ini mulai tak seimbang



Ketika tubuh ini mulai merasa tidak seimbang, mulai terpikir olehku bahwa au harus sehat, aku harus sehat, aku harus kuat, banyak hal yang harus aku lakukan, banyak hal yang harus aku perjuangkan.
Ketika aku mulau mencari penyebabnya dan menceritakannya, dari sana aku memperoleh pelajaran yang berharga. Memang telah sering sekali keluargaku mengingatkannya, namun kadang aku masih sangat bandel… tak terlalu menghiraukannya
Aku harus menjaga kesehatanku, aku harus menjaga makananku,dan aku harus makan yang teratur, tepa waktu!
Yah, begitulah, semuanya memang kalimat yang mungkin saja sepele, tapi tidak dapat disepelekan, karena jika diabaikan, akibatnya bisa fatal.
Diingatkan dengan cara yang berbeda, cerita tentang perang uhud. .
Tahukah kamu tentang perang uhud? Aku hanya mengangguk dan berkata tidak terlalu tahu banyak. Kemudian diceritakanlah, bahwa pada zaman rasulullah saw terjadi perang uhud setelah kemenangan kaummuslimin pada perang badar. Saat itu raslullah telah memperkirakan akan ada perang lagi, dan rasuullah mengatakan kepada para sahabat bahwa sebaiknya kita tinggal saja di madinah, tidak usah maju ke depan. Namun para sahabat yang ketika perang badar tidak ikut, mereka ingin maju karena mereka pun ingin mati syahid. Setelah musyawarah dengan sahabat yang lain, akhirnya diputuskan untuk maju ke medan perang. Saat itu rasulullah meminta para pemanah untuk naik ke bukit uhud dan tetap tinggal di bukit tersebut sampai ada perintah untuk mereka turun, tidak boleh turun jika belum ada perintah. Pemanah tersebut ditugaskan untuk memanahi kaum quraisy dari atas. Saat perang berlangsung, kaum quraisy hampir saja kalah karena didesak oleh kaum muslimin. Namun saat itu pemimpin kaum quraisy (lupa namanya) yang mengawasi melihat sesuatu yang awalnya dia tidak ketahui, yaitu turunnya sebagian pemanah dari bukit uhud karena mereka melihat ada ghanimah (harta rampasan perang). Para pemanah sebenarnya sudah diingatkan oleh salah satu sahabat, bahawa merek tidak boleh turun sebelum ada perintah, apapun yang terjadi di bawah. Namun, sebagian pemanah malah turun karena meihat ghanimah tersebut. Saat itulah pemimpin quraisy melihat dan dia merbalik mengitari bukit uhud, sehingga akhirnya kaum muslimin terhimpit oleh dua pasukan kaum quraisy 9di depand an belakang). Kaum musliminpun kalah, banyak sahabat yang syahid dan rasulullahpun terluka di tubuhnya bahkan gigi geraham rasulullah pun tanggal. Kesalahannya adalah para sahabat pemanah tersebut turun dari bukit dan tidak menghiraukan amanah rasululllah yang mungkin terlihat sepele, “tida boleh turun”.
Nah. . . begitu juga dengan amanah orangtua dan teman-teman lainnya, untuk menjaga pola makan. Mungkin makan yang teratur itu terlihat sepele, tapi ketika nanti akibatnya dirasakan 9thypus, magh, demam, dll) dari sana akan terasa menyesalnya. Jika tidak bisa menjaga dan mengurusi tubuh sendiri bagaimana mau jadi pemimpin orgaisasi, apakah akan meninggalkan amanah di organisasi karena sakit? Apa jadinya jika pemimpin itu lemah? Akibatnya bisa fatal, hanya bisa berbaring lemah dan tidak mampu mengerjakan apa-apa. Ada akibat itu pasti ada sebab, jangan membuat sebab-sebab itu, jika tidak ingin merasakan akibatnya.
Tegura yang lumayan keras. Aku hanya bisa terdiam, betapa seringya aku mendzolimi tubuhku ini, dan mungkin membuat tubuhkan mulaui tak eimbang walau tak sampai jatuh sakit lama. Tapi Betapa seringnya juga aku jatuh sakit akibat ulahku sendiri, makan yang tidak teratur dan makan sembarangan. Hal yang terlihat kecil, tapi akibatnya besar.
Aku harus selalu mengingat hal ini, aku harus mampu menjaga, merawat dan mengendaikan tubuhku sendiri. Aku harus sehat dan kuat. Aku harus menghilangkan kebiasaan burukku yang selalu makan telat dan tidak sehat.