Entah harus mulai dr mana
senang rasanya bisa bergabung dg labschool
mencoba menjadi guru skaligus orangtua
mencoba mempraktikan ilmu pengasuhan sblm benar2 mengasuh anak sendiri
Lelah. . .
Emang ternyata lelah seharian bsama hampir 15 anak balita dg karakteristik yg b.beda
Luar Biasa
setelah aku kebingungan menentukan pulang k garut atau tidak pd long weekend ini
aku memutuskan to tidak pulang
selain krn akan macet n cape
tp krn akan ad seminarnya
aku berniat membantuny menyiapkan apapun yg dia butuhkan
entah apa yg dia pikirkan
yg jelas aku ingat kt2 InsyaALLAH'y itu
rasanya seperti mimpi saja
dsaat aku mengatakan mgkn mmg belum b.jodoh to melihatny lagi
Allah mempertemukanku dg cara-Nya yg ckup membuatku SAKIT
melihatnya dg Dia
n mengetahui bhwa mereka tlh b.keliling to m.cari konsumsi to seminar
cukup membuat 'JLEP' Masuk dlm dada
SESAK
dan entah kenapa aku benar2 KECEWA
kt2 Insyaallah'nya itu tak dapat aku percaya lg
apa mungkin it alasanya mengapa ada beberapa temanya yang menjauhinya?
Karena dia kadang ap yg dia katakan tak sesuai dg apa yg dia lakukan
dan akupun kecewa dg dirinya yg entah kenapa aku rasa tadi dia menyembunyikan sesuatu
entah apapun it
aku sudah b.usaha to tdk b.su'udzan
tpi kondisi n cara kalianlah yg membuatku begitu lg
apa aku tak pantas sekesal ini?
Aku sadar aku orang yg labil
kadang dhadapan mereka aku tak bisa berkata dg puas
aku tak mampu berargumen
ya dia terutama
selalu pny 1001 alasan
n yg skarang ku rasa it yg tlh mbuat aku tak mampu b.kata
yg jelas
aku cukup tahu apa yg terjadi tadi
jika kau anggap aku teman n dy jg sama
tapi perlakuannya itu SANGAT BERBEDA
TERIMA KASIH
My Story
Aku Hanya Ingin Bercerita
My Blog
Kamis, 05 April 2012
Minggu, 01 April 2012
thank
Benar2 sangat membuat goresan dalam sangat dalam d hati ini
goresan yg perih
bukan indah
kata2 tajam itu
cukup membuat sakit dan membuat aku kembali menangis
terima kasih telah membunuh harapan itu
terima kasih
baru kali ini aku menemukan orang seperti anda!!
goresan yg perih
bukan indah
kata2 tajam itu
cukup membuat sakit dan membuat aku kembali menangis
terima kasih telah membunuh harapan itu
terima kasih
baru kali ini aku menemukan orang seperti anda!!
Jumat, 09 Maret 2012
perih
hari ini
hati ini rasanya sangat sangat perih membaca penyataanya
kata2ny it entah benar2 dr dasar hatinya atau tidak
atau mgkn hanya ingn aku membencinya
tp aku tlanjur perih
ku tanyakan n ku katakan hal2 yg mgkn ternyata membuat dia merasa tak enak
ya,aku sadari aku tlah berkata dg penuh emosi
aku hanya ingn tahu kebenaranya
sampai pada ahirnya
telpon ini berdering
mendengar isak tangisnya
akupun tak kuasa
jujur rasa benci,kesal n sayang it bercampur baur
entah apa yg terjadi kedepanya
harapanku ternyata msh tetap sama
mski aku tahu dia sdg memperbaiki diri
dan jujur akupun ingn memperbaiki diriku
aku hanya bisa berdoa n berusaha
malam ini,mereka makan bersama
hal yg sdh jarang sekali dlakukan
tp aku b.usaha b.pikir tenang n positif
aku mcb b.sabar
hati ini rasanya sangat sangat perih membaca penyataanya
kata2ny it entah benar2 dr dasar hatinya atau tidak
atau mgkn hanya ingn aku membencinya
tp aku tlanjur perih
ku tanyakan n ku katakan hal2 yg mgkn ternyata membuat dia merasa tak enak
ya,aku sadari aku tlah berkata dg penuh emosi
aku hanya ingn tahu kebenaranya
sampai pada ahirnya
telpon ini berdering
mendengar isak tangisnya
akupun tak kuasa
jujur rasa benci,kesal n sayang it bercampur baur
entah apa yg terjadi kedepanya
harapanku ternyata msh tetap sama
mski aku tahu dia sdg memperbaiki diri
dan jujur akupun ingn memperbaiki diriku
aku hanya bisa berdoa n berusaha
malam ini,mereka makan bersama
hal yg sdh jarang sekali dlakukan
tp aku b.usaha b.pikir tenang n positif
aku mcb b.sabar
kepingan hati
Kemana kah kini,harus ku pergi?
mencari kepingan hatiku kasih
dan dimanakah janji yang telah kau ingkari?
hilang sudah tak lagi bertepi. . .
Reff:
Apa yg terjadi pada cinta suci ini?
Setelah sekian lama kuyakini
mengapa kau pergi,berjanji takkan kembali?
Kau hancurkan hati ini. . .
Karena dirimu
kuserahkan jiwaku
kuserahkan hanya kepadamu
dan karena dirimu. ,
hatiku menjerit
mengharap kau mengembalikan hatiku. . .
mencari kepingan hatiku kasih
dan dimanakah janji yang telah kau ingkari?
hilang sudah tak lagi bertepi. . .
Reff:
Apa yg terjadi pada cinta suci ini?
Setelah sekian lama kuyakini
mengapa kau pergi,berjanji takkan kembali?
Kau hancurkan hati ini. . .
Karena dirimu
kuserahkan jiwaku
kuserahkan hanya kepadamu
dan karena dirimu. ,
hatiku menjerit
mengharap kau mengembalikan hatiku. . .
Minggu, 19 Februari 2012
Aku Tahu
Aku memang berniat untuk mencari tahu lebih banyak
Aku tak tahu kenapa hal ini aku lakukan setelah keyakinanku pada harapan itu
Aku tak mengerti, benar-benar tak mengerti dengan sikapnya selama ini
Dengan air matanya, dengan kelembutannya, dengan kalimat tegasnya, dengan keluguanya
Aku tak mengerti dan tak mengetahui hal yang sebenarnya dalam hati terdalamnya
Aku tahu aku sudah banyak membuat kesalahan
Membuatnya tak percaya kepada siapapun, karena dalam pikirannya semua orang punya harapan dan keinginan yang ingin dipenuhi, sedangkan ekspektasi orang-orang itu kepada dirinya tak ada
Aku sadar aku salah
Setelah hari itu, setelah aku lihat dengan kedua mataku sendiri, kebersamaanya dan ku ikuti terus sampai dia akhirnya membiarkannya pulang sendiri
Aku tak mengerti apakah aku memang sudah gila, atau kejiwaanku sudah mulai terganggu dengan semua ini
Tapi aku sadari semua ini memang sudah sangat menguras air mataku, menguras kesadaranku, pemikiranku, harapanku, do’a-do’aku, kesehatanku, waktuku
Maafkan aku Ya Allah jika semua ini telah membuat-Mu cemburu kepadaku dan inilah yang Kau tunjukan agar aku bisa mengekang diriku agar Kau tidak cemburu lagi
Ampuni hamba Ya Rabb
Hari ini
Aku mengetahui apa yang sudah terjadi beberaa bulan kebelakang, yang tak pernah satu pun aku ketahui sebelumnya
Aku tak tahu apakah dia sudah tahu tentang apa yang aku tahu
Aku tak tahu apakah dia juga tahu apa yang dirinya rasakan
Hal pertama yang aku rasa saat mengetahui semua itu adalah
PERIH, SAKIT, KECEWA, PANAS dan MERASA DIBOHONGI
Ah berlebihankah jika aku seperti ini?
Aku sadar apa yang telah terjadi tiga tahun ini memang sudah terlalu dalam
Aku yang terlalu memiliki harapan besar
Aku yang terlalu mudah mempercayai orang
Aku yang terlalu mudah menyerahkan seluruh hati ini
Aku yang terlalu…terlalu…dan terlalu….
Aku tahu semua ada di tangan-Nya
Semua ada jalan-Nya
Dan semua akan indah pada waktu-Nya
Aku tahu..
Tapi sifat manusia yang satu ini sejak dahulu memang selalu menguasaiku
Aku lemah dan bodoh dalam urusan satu ini
Entahlah apa yang orang pikirkan terhadapku
Terhadap sikapku yang selama ini coba aku tunjukan kepada orang-orang walau hanya dalam sebuah tulisan pendek
Aku tak bermaksud untuk menjelekan diriku dihadapan ribuan orang
Aku hanya ingin orang yang aku tuju mengetahui apa yang aku rasakan
Walaupun aku tak tahu apakah dia membacanya atau tidak
Hari ini
Dada ini penuh sesak, muka ini kembali memerah panas
Jujur aku ragu, mejadi ragu akan apa yang dia atakan kepadaku
Bahwa “tak ada rasa apapun antara mereka”
Aku ragu, dengan semua sikap dan kalimat-kalimat yang saling mereka ungkapkan baik tersirat maupun tersurat…
Hati manusia tidak ada yang tahu pasti
Hanya Allah lah yang mengetahuinya
Apakah aku harus benar-benar memikirkan kembali degan tegas dan berani untuk semua ini?
Benarkah apa yang sahabatku katakana
Pantaskan dia menreima semua air mata dan pengharapanku selama ini?
Pantaskah dia untukku setelah semua ini?
Demi Allah. Aku bingung…rasanya tak ingin aku mempertimbangkannya
Karena rasa yang ku miliki ini telah ku pupuk sejak 2009 lalu
Dan dia mungkin tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara kami
Aku yang sudah terlanjur masuk dalam kehidupannya
Dan dia yang sudah terlanjur dalam memasuki kehidupanku
Jiwa raga telah ikhlas sejak dulu untuk memiliki hatinya
Tapi setelah kedekatannya itu
Semua berubah
Semua berbeda
Aku percaya bahwa dia ingin membantunya
Aku percaya bahwa dia mengagumi kekuatannya
Aku percaya bahwa dia salut dengan sikapnya
Aku percaya itu
Tapi aku menjadi meragu dengan semua perkatannya tentang perasaan dirinya
Ya Allah… aku iba dengan semua kondisinya
Aku juga salut dengan kekuatan yang dimilikinya
Aku sadar aku leboh rapuh darinya
Tapi jujur, aku merasa tidak diperlakukan adil
Ini tidak adil bagiku
Selama ini…
Astagfirullah
Ya Allah bantu hamba T.T
Aku tak tahu kenapa hal ini aku lakukan setelah keyakinanku pada harapan itu
Aku tak mengerti, benar-benar tak mengerti dengan sikapnya selama ini
Dengan air matanya, dengan kelembutannya, dengan kalimat tegasnya, dengan keluguanya
Aku tak mengerti dan tak mengetahui hal yang sebenarnya dalam hati terdalamnya
Aku tahu aku sudah banyak membuat kesalahan
Membuatnya tak percaya kepada siapapun, karena dalam pikirannya semua orang punya harapan dan keinginan yang ingin dipenuhi, sedangkan ekspektasi orang-orang itu kepada dirinya tak ada
Aku sadar aku salah
Setelah hari itu, setelah aku lihat dengan kedua mataku sendiri, kebersamaanya dan ku ikuti terus sampai dia akhirnya membiarkannya pulang sendiri
Aku tak mengerti apakah aku memang sudah gila, atau kejiwaanku sudah mulai terganggu dengan semua ini
Tapi aku sadari semua ini memang sudah sangat menguras air mataku, menguras kesadaranku, pemikiranku, harapanku, do’a-do’aku, kesehatanku, waktuku
Maafkan aku Ya Allah jika semua ini telah membuat-Mu cemburu kepadaku dan inilah yang Kau tunjukan agar aku bisa mengekang diriku agar Kau tidak cemburu lagi
Ampuni hamba Ya Rabb
Hari ini
Aku mengetahui apa yang sudah terjadi beberaa bulan kebelakang, yang tak pernah satu pun aku ketahui sebelumnya
Aku tak tahu apakah dia sudah tahu tentang apa yang aku tahu
Aku tak tahu apakah dia juga tahu apa yang dirinya rasakan
Hal pertama yang aku rasa saat mengetahui semua itu adalah
PERIH, SAKIT, KECEWA, PANAS dan MERASA DIBOHONGI
Ah berlebihankah jika aku seperti ini?
Aku sadar apa yang telah terjadi tiga tahun ini memang sudah terlalu dalam
Aku yang terlalu memiliki harapan besar
Aku yang terlalu mudah mempercayai orang
Aku yang terlalu mudah menyerahkan seluruh hati ini
Aku yang terlalu…terlalu…dan terlalu….
Aku tahu semua ada di tangan-Nya
Semua ada jalan-Nya
Dan semua akan indah pada waktu-Nya
Aku tahu..
Tapi sifat manusia yang satu ini sejak dahulu memang selalu menguasaiku
Aku lemah dan bodoh dalam urusan satu ini
Entahlah apa yang orang pikirkan terhadapku
Terhadap sikapku yang selama ini coba aku tunjukan kepada orang-orang walau hanya dalam sebuah tulisan pendek
Aku tak bermaksud untuk menjelekan diriku dihadapan ribuan orang
Aku hanya ingin orang yang aku tuju mengetahui apa yang aku rasakan
Walaupun aku tak tahu apakah dia membacanya atau tidak
Hari ini
Dada ini penuh sesak, muka ini kembali memerah panas
Jujur aku ragu, mejadi ragu akan apa yang dia atakan kepadaku
Bahwa “tak ada rasa apapun antara mereka”
Aku ragu, dengan semua sikap dan kalimat-kalimat yang saling mereka ungkapkan baik tersirat maupun tersurat…
Hati manusia tidak ada yang tahu pasti
Hanya Allah lah yang mengetahuinya
Apakah aku harus benar-benar memikirkan kembali degan tegas dan berani untuk semua ini?
Benarkah apa yang sahabatku katakana
Pantaskan dia menreima semua air mata dan pengharapanku selama ini?
Pantaskah dia untukku setelah semua ini?
Demi Allah. Aku bingung…rasanya tak ingin aku mempertimbangkannya
Karena rasa yang ku miliki ini telah ku pupuk sejak 2009 lalu
Dan dia mungkin tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara kami
Aku yang sudah terlanjur masuk dalam kehidupannya
Dan dia yang sudah terlanjur dalam memasuki kehidupanku
Jiwa raga telah ikhlas sejak dulu untuk memiliki hatinya
Tapi setelah kedekatannya itu
Semua berubah
Semua berbeda
Aku percaya bahwa dia ingin membantunya
Aku percaya bahwa dia mengagumi kekuatannya
Aku percaya bahwa dia salut dengan sikapnya
Aku percaya itu
Tapi aku menjadi meragu dengan semua perkatannya tentang perasaan dirinya
Ya Allah… aku iba dengan semua kondisinya
Aku juga salut dengan kekuatan yang dimilikinya
Aku sadar aku leboh rapuh darinya
Tapi jujur, aku merasa tidak diperlakukan adil
Ini tidak adil bagiku
Selama ini…
Astagfirullah
Ya Allah bantu hamba T.T
Kamis, 17 Maret 2011
Ketika tubuh ini mulai tak seimbang

Ketika tubuh ini mulai merasa tidak seimbang, mulai terpikir olehku bahwa au harus sehat, aku harus sehat, aku harus kuat, banyak hal yang harus aku lakukan, banyak hal yang harus aku perjuangkan.
Ketika aku mulau mencari penyebabnya dan menceritakannya, dari sana aku memperoleh pelajaran yang berharga. Memang telah sering sekali keluargaku mengingatkannya, namun kadang aku masih sangat bandel… tak terlalu menghiraukannya
Aku harus menjaga kesehatanku, aku harus menjaga makananku,dan aku harus makan yang teratur, tepa waktu!
Yah, begitulah, semuanya memang kalimat yang mungkin saja sepele, tapi tidak dapat disepelekan, karena jika diabaikan, akibatnya bisa fatal.
Diingatkan dengan cara yang berbeda, cerita tentang perang uhud. .
Tahukah kamu tentang perang uhud? Aku hanya mengangguk dan berkata tidak terlalu tahu banyak. Kemudian diceritakanlah, bahwa pada zaman rasulullah saw terjadi perang uhud setelah kemenangan kaummuslimin pada perang badar. Saat itu raslullah telah memperkirakan akan ada perang lagi, dan rasuullah mengatakan kepada para sahabat bahwa sebaiknya kita tinggal saja di madinah, tidak usah maju ke depan. Namun para sahabat yang ketika perang badar tidak ikut, mereka ingin maju karena mereka pun ingin mati syahid. Setelah musyawarah dengan sahabat yang lain, akhirnya diputuskan untuk maju ke medan perang. Saat itu rasulullah meminta para pemanah untuk naik ke bukit uhud dan tetap tinggal di bukit tersebut sampai ada perintah untuk mereka turun, tidak boleh turun jika belum ada perintah. Pemanah tersebut ditugaskan untuk memanahi kaum quraisy dari atas. Saat perang berlangsung, kaum quraisy hampir saja kalah karena didesak oleh kaum muslimin. Namun saat itu pemimpin kaum quraisy (lupa namanya) yang mengawasi melihat sesuatu yang awalnya dia tidak ketahui, yaitu turunnya sebagian pemanah dari bukit uhud karena mereka melihat ada ghanimah (harta rampasan perang). Para pemanah sebenarnya sudah diingatkan oleh salah satu sahabat, bahawa merek tidak boleh turun sebelum ada perintah, apapun yang terjadi di bawah. Namun, sebagian pemanah malah turun karena meihat ghanimah tersebut. Saat itulah pemimpin quraisy melihat dan dia merbalik mengitari bukit uhud, sehingga akhirnya kaum muslimin terhimpit oleh dua pasukan kaum quraisy 9di depand an belakang). Kaum musliminpun kalah, banyak sahabat yang syahid dan rasulullahpun terluka di tubuhnya bahkan gigi geraham rasulullah pun tanggal. Kesalahannya adalah para sahabat pemanah tersebut turun dari bukit dan tidak menghiraukan amanah rasululllah yang mungkin terlihat sepele, “tida boleh turun”.
Nah. . . begitu juga dengan amanah orangtua dan teman-teman lainnya, untuk menjaga pola makan. Mungkin makan yang teratur itu terlihat sepele, tapi ketika nanti akibatnya dirasakan 9thypus, magh, demam, dll) dari sana akan terasa menyesalnya. Jika tidak bisa menjaga dan mengurusi tubuh sendiri bagaimana mau jadi pemimpin orgaisasi, apakah akan meninggalkan amanah di organisasi karena sakit? Apa jadinya jika pemimpin itu lemah? Akibatnya bisa fatal, hanya bisa berbaring lemah dan tidak mampu mengerjakan apa-apa. Ada akibat itu pasti ada sebab, jangan membuat sebab-sebab itu, jika tidak ingin merasakan akibatnya.
Tegura yang lumayan keras. Aku hanya bisa terdiam, betapa seringya aku mendzolimi tubuhku ini, dan mungkin membuat tubuhkan mulaui tak eimbang walau tak sampai jatuh sakit lama. Tapi Betapa seringnya juga aku jatuh sakit akibat ulahku sendiri, makan yang tidak teratur dan makan sembarangan. Hal yang terlihat kecil, tapi akibatnya besar.
Aku harus selalu mengingat hal ini, aku harus mampu menjaga, merawat dan mengendaikan tubuhku sendiri. Aku harus sehat dan kuat. Aku harus menghilangkan kebiasaan burukku yang selalu makan telat dan tidak sehat.
Minggu, 20 Juni 2010
jangan remehkan pekerjaan kecil apapun

Kita tidak sepantasanya meremehkan pekerjaan apa pun yang dikerjakan orag lain. Hargailah! Kenapa? Karena hal itu mungkin saja belum tentu kita dapat lakukan dengan baik
Saat aku pergi ke Purwakarta dari Bogor untuk pertama kalinya dengan menggunakan bus yang ku anggap memang tidak terlalu bagus. Tapi hanya bus itu yang ada pada saat itu
Ku duduk sendiri, mencoba untuk santai dan tenang pdahal hati ini terus berdebar dan khawatir akan tersesat, maklum namanya juga baru pertama kali. Aku tak tahu ahrus turun dimana, dan menggunakan kendaraan apa lagi untuk dapat sampai di rumah Nenek yang lumayan jauh dari kota. Walaupun ayahku telah memberitahu jalurnya, tapi rasa ragu itu masiah ada. Aku menjadi penumpang pertama. Dan akhirnya banyak juga penumpang lain
Ah….ternyata penumpang lain itu tidak semuanya bertujuan ke Purwakarta, sebagian ada yang di Pasar Rebo,
Saat itu terjadi suatu kesalahfahaman antar akondektur dengan penumpang. Saat itu seorang kakek dengan anaknya memnayar uang dengan harga yangs alah. Hal tersebut diketahui saat si kondektur menyebutkan nama tempat tujuan dimana ada sebagian penumpang yang turun disana. Namun setelah beberapa kali diseut, kakek dan anaknya itu tidak kunjung turun, dan mata kondektur it uterus tertuju pada mereka berdua. Setelah itu, bapa kondektur bertanya kepada sanga kakek
“Pak, bukannya turun di sini ya?”
Sang Kakek menjawab “ Bukan, saya mau ke sana?”
“Loh, bukannya tadi pasa saya Tanya jurusannya bapak bilang kesini dan membayar dengan taris segini?”
Kakek tersebut menggerutu dengan menggunakan bahasa Jawa yang otomatis aku tidak mengerti,,hehehhe
“Bapak, uangnya kurang sekian.” Kata kondektur
“terus anaknya melihat sang kakerk, dan karena sang kakek terus menggerutu, sanga anak menennagkan dan membayar kekuranganya uangnya.
Sang kondektur mengatakan maaf kepada kakek tersebut dan dia mengakatakan bahwa dia hapal taip-tiap jurusan dari penumpangnya, jangan di kira dia akan lalai dari perhatian kepada penumpangnya
Dari perjalanna itu aku sadar bahwa tiap orang memiliki kompetensi dari setiap pekerjaannya. Kita belum tentu dapat mneghapal semua orang dengan tujuannya dalam waktu singkat. Jadi kita tidak boleh meremehkan pekerjaan seseorang, seklaipun itu adalah seorang kondektur.
Hal tersebut juga terjadi saat aku makan si sebuah kantin di kampus
Ketika kita memesan sesuatu dan kita duduk di tempata yang kit ainginkan, maka pelayannya akan menagntarkan makanan kita kepada kita, dan dia akan hapal apakah kita sudah membayar atau belum.
Sebenarnya mereka semua itu memiliki kecerdasan dan kemampuan yang lebih dalam hal mengingat, dan dari percakapan mereka aku tahu bahwa hal tersebut memnag mereka dapat bukan dengan waktu yang singkat, tapi karena kebiasaan yang mereka lakukan dari pekerjaan mereka
So….kita pun seperti itu untuk dapat menghapal dan memiliki ingatan yang baik, maka harus sering mengulang-ngulang.
N inga t jangan meremehkan pekerjaan sekicil apaun.
Langganan:
Postingan (Atom)