My Blog

Minggu, 19 Februari 2012

Aku Tahu

Aku memang berniat untuk mencari tahu lebih banyak
Aku tak tahu kenapa hal ini aku lakukan setelah keyakinanku pada harapan itu
Aku tak mengerti, benar-benar tak mengerti dengan sikapnya selama ini
Dengan air matanya, dengan kelembutannya, dengan kalimat tegasnya, dengan keluguanya
Aku tak mengerti dan tak mengetahui hal yang sebenarnya dalam hati terdalamnya
Aku tahu aku sudah banyak membuat kesalahan
Membuatnya tak percaya kepada siapapun, karena dalam pikirannya semua orang punya harapan dan keinginan yang ingin dipenuhi, sedangkan ekspektasi orang-orang itu kepada dirinya tak ada
Aku sadar aku salah
Setelah hari itu, setelah aku lihat dengan kedua mataku sendiri, kebersamaanya dan ku ikuti terus sampai dia akhirnya membiarkannya pulang sendiri
Aku tak mengerti apakah aku memang sudah gila, atau kejiwaanku sudah mulai terganggu dengan semua ini
Tapi aku sadari semua ini memang sudah sangat menguras air mataku, menguras kesadaranku, pemikiranku, harapanku, do’a-do’aku, kesehatanku, waktuku
Maafkan aku Ya Allah jika semua ini telah membuat-Mu cemburu kepadaku dan inilah yang Kau tunjukan agar aku bisa mengekang diriku agar Kau tidak cemburu lagi
Ampuni hamba Ya Rabb

Hari ini
Aku mengetahui apa yang sudah terjadi beberaa bulan kebelakang, yang tak pernah satu pun aku ketahui sebelumnya
Aku tak tahu apakah dia sudah tahu tentang apa yang aku tahu
Aku tak tahu apakah dia juga tahu apa yang dirinya rasakan
Hal pertama yang aku rasa saat mengetahui semua itu adalah
PERIH, SAKIT, KECEWA, PANAS dan MERASA DIBOHONGI
Ah berlebihankah jika aku seperti ini?
Aku sadar apa yang telah terjadi tiga tahun ini memang sudah terlalu dalam
Aku yang terlalu memiliki harapan besar
Aku yang terlalu mudah mempercayai orang
Aku yang terlalu mudah menyerahkan seluruh hati ini
Aku yang terlalu…terlalu…dan terlalu….

Aku tahu semua ada di tangan-Nya
Semua ada jalan-Nya
Dan semua akan indah pada waktu-Nya

Aku tahu..
Tapi sifat manusia yang satu ini sejak dahulu memang selalu menguasaiku
Aku lemah dan bodoh dalam urusan satu ini
Entahlah apa yang orang pikirkan terhadapku
Terhadap sikapku yang selama ini coba aku tunjukan kepada orang-orang walau hanya dalam sebuah tulisan pendek
Aku tak bermaksud untuk menjelekan diriku dihadapan ribuan orang
Aku hanya ingin orang yang aku tuju mengetahui apa yang aku rasakan
Walaupun aku tak tahu apakah dia membacanya atau tidak

Hari ini
Dada ini penuh sesak, muka ini kembali memerah panas
Jujur aku ragu, mejadi ragu akan apa yang dia atakan kepadaku
Bahwa “tak ada rasa apapun antara mereka”
Aku ragu, dengan semua sikap dan kalimat-kalimat yang saling mereka ungkapkan baik tersirat maupun tersurat…
Hati manusia tidak ada yang tahu pasti
Hanya Allah lah yang mengetahuinya

Apakah aku harus benar-benar memikirkan kembali degan tegas dan berani untuk semua ini?
Benarkah apa yang sahabatku katakana
Pantaskan dia menreima semua air mata dan pengharapanku selama ini?
Pantaskah dia untukku setelah semua ini?

Demi Allah. Aku bingung…rasanya tak ingin aku mempertimbangkannya
Karena rasa yang ku miliki ini telah ku pupuk sejak 2009 lalu
Dan dia mungkin tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara kami
Aku yang sudah terlanjur masuk dalam kehidupannya
Dan dia yang sudah terlanjur dalam memasuki kehidupanku
Jiwa raga telah ikhlas sejak dulu untuk memiliki hatinya
Tapi setelah kedekatannya itu
Semua berubah
Semua berbeda

Aku percaya bahwa dia ingin membantunya
Aku percaya bahwa dia mengagumi kekuatannya
Aku percaya bahwa dia salut dengan sikapnya
Aku percaya itu
Tapi aku menjadi meragu dengan semua perkatannya tentang perasaan dirinya

Ya Allah… aku iba dengan semua kondisinya
Aku juga salut dengan kekuatan yang dimilikinya
Aku sadar aku leboh rapuh darinya
Tapi jujur, aku merasa tidak diperlakukan adil
Ini tidak adil bagiku

Selama ini…
Astagfirullah
Ya Allah bantu hamba T.T

Tidak ada komentar: